Senin, 08 Oktober 2012
PGM-FI
SISTEM PGM-FI
A.
Pengertian
Sistem PGM-FI Pada Sepeda Motor
1. Konsep dasar Sistem PGM FI (Programade fuel injection)
Istilah sistem injeksi bahan bakar PGM-FI dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang menyalurkan
bahan bakar dengan menggunakan pompa dengan tekanan tertentu untuk mencampur
dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada sistem PGM-FI umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian
ujung intake manifold, sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve
terbuka, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar.
System PGM-FI harus dapat mensuplai
dengan sesuai jumlah
bahan bakar yangakan
disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara dengan perbandingan campuran yang tepat
dan sesuai
dengan kondisi, putaran, beban mesin, suhu
kerja mesin dan suhu atmosfir saat itu.Sistem PGM-FI harus
dapat mensuplai jumlah
bahan bakar yang bervariasi, agar perubahan kondisi operasi kerja mesin
tersebut dapat dicapai dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal.
Gambar 1. Skema Sistem Aliran Bahan Bakar pada Sistem
PGM-FI
pada Supra X 125
(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)
2.
Perkembangan
Sistem PGM FI
Pada zaman dahulu
sebuah mesin bensin menggunakan karburator untuk mensuplai dan mengatur bahan
bakar yang masuk ke dalam ruang bakar. Pada mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan
bakar yang diperlukan oleh mesin dikontrol oleh karburator. Pada awalnya
konstruksi karburator adalah sederhana, dan telah digunakan hampir pada
keseluruhan sepeda motor pada masa lalu. Pada akhir-akhir ini
permintaan kebersihan gas buang (exhaust emission), penggunaan bahan
bakar yang ekonomis, kemampuan pengendaraan yang telah
disempurnakan dan sebagainya membuat
karburator harus dilengkapi
dengan peralatan tambahan sehingga membuat sistemnya menjadi rumit (complex).
Untuk mengganti sistem karburator kemudian
digunakan sistem PGM-FI, untuk menjamin perbandingan bahan bakar dan udara ke mesin dengan
penginjeksian bahan bakar yang bekerja secara electronic sesuai dengan
kondisi pengendaraan. Jadi dapat disimpulkan mesin modern dengan sistem PGM-FI,
maka jumlah bahan bakar dikontrol lebih akurat oleh ECU sesuai kondisi
mesin dengan mengirimkan bahan bakar ke silinder melalui injektor-injektor.
PGM-FI mempunyai beberapa keistimewaan
dibandingkan dengan karburator, yaitu:
a.
Mengurangi emisi gas buang.
b.
Pemakaian bahan bakar lebih
hemat.
c.
Tarikan lebih responsif.
d.
Mesin mudah dihidupkan pada
kondisi apapun.
e.
Idle tidak terpengaruh pada
ketinggian suatu daerah.
f.
Memudahkan perawatan berkala.
3.
Jenis
PGM-FI
Sistem
PGM-FI dirancang untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke intake manifold.Sistem
PGM-FI dapat digolongkan kedalam dua tipe, sesuai dengan metoda yang dipakai
dalam penyensoran udara yang masuk kedalam silinder. Kedua
sistem itu adalah:
a. D-PGM-FI (Tipe Manifold Pressure
Control)
Pada
tipe ini pengukuran kevakuman didalam intake manifold dan volume udara yang
disensor adalah kerapatan udara (density). Sistem injeksi yang diaplikasi pada Honda Supra X125 PGM-FI masuk
kategori D-Jetronic.Dimana jumlah semprotan bensin diukur berdasarkan kevakuman
di dalam intake manifold.Sensor yang mendeteksi kevakuman disebut absolute
manifold pressure (MAP).Pada tipe ini tidak dilengkapi komponen penimbang udara
masuk atau air flow meter.
Gambar 2. Skema
Sistem PGM-FI tipe D
b. L-PGM-FI (TIPE AIR FLOW METER)
Tipe ini
menggunkan air flow meter yang langsung mensensor jumlah udara yang mengalir
kedalam intake manifold.
Gambar 3. Skema
Sistem PGM-FI tipe L
Langganan:
Postingan (Atom)